Senin, 05 Desember 2011

gladiol

PENDAHULUAN
Budidaya Tanaman Gladiol
Gladiolus Gandavensis
Budidaya Tanaman Gladiol. Genus Gladiolus meliputi 180 species yang merupakan tanaman herba termasuk famili Iridaceae, merupakan salah satu jenis bunga yang khas dengan warna bervariasi. Tanaman ini terdapat di seluruh Afrika dan Mediterania, tetapi yang paling banyak dijumpai di Afrika Selatan. Di Eropa mulai dibudidayakan sejak 500 tahun yang lalu. Bunga tersusun dalam bentuk tandan dan berasal dari sumbu terminal. Kuntum bunga (floret) berjumlah 8 atau lebih, berdiameter antara 2-18 cm. Bentuknya ada yang bundar, segitiga atau seperti bunga anggrek dengan petal polos, berkerut, menggelambir, menekuk ke luar atau melancip ke ujung. Floret tersusun sejajar atau simetris yang disebut tipe ekshibisi modern. Hibrida modern saat ini merupakan polyhibrida yang disebut sebagai Gladiolus grandiflora atau gladiol yang berbunga besar, memiliki paling sedikit 11 jenis. Jenis yang ada antara lain G. communis, G. segetum, G. byzantius, G. carneus (blandus), G. cardinalis, G. tristis, G. recuruus, G. insignis, G. oppositiflorus (floribunda), G. natalensis (psittacimus), G. gandavensis, G. scullyi (venustus), G. cruentus (saundersii), G. papilio (purpureauratus), G. dracocephalus, dan G. aurantiacus. Introduksi gladiol di Indonesia sudah berlangsung sejak puluhan tahun, sehingga beberapa kultivar disebut kultivar lokal seperti Cangkurileung dan Ceker. Jenis yang diintroduksi dan diusahakan oleh petani bunga antara lain kultivar Queen Occer, Golden Boy, Priscilla, White friendship, Batik,Holland merah, dan lain-lain. Pada umumnya bunga ini digunakan sebagai bunga potong untuk rangkaian bunga dan dapat dipadukan dengan berbagai bunga lainnya, juga digunakan sebagai tanaman taman. Sebagai bunga potong bunga gladiol dapat bertahan 4 hari pada suhu kamar. Gladiol dapat tumbuh dengan baik di daerah pada ketinggian antara 600-1400 dpal, tanah lempung berpasir dengan pH berkisar antara 5,8 sampai 6,5, suhu berkisar 10-250C, berdrainase baik dan mendapat sinar matahari penuh.
BUDIDAYA TANAMAN GLADIOL

Syarat Tumbuh
Gladiol dapat tumbuh dengan baik di daerah pada ketinggian antara 600-1400 dpal, tanah lempung berpasir dengan pH berkisar antara 5,8 sampai 6,5, suhu berkisar 10-250C, berdrainase baik dan mendapat sinar matahari penuh. Faktor lingkungan sangat berpengaruh terutama pada periode inisiasi bunga yang dimulai pada saat tanaman menampakkan tiga daun dan berakhir pada saat daun ke enam atau ke tujuh muncul. Pada periode tersebut intensitas cahaya pada awal inisiasi bunga menyebabkan bunga mengering dan bentuk floret tidak normal, sedangkan bila kekurangan cahaya pada akhir inisiasi hanya kuncup bunga yang mengalami kekeringan. Kekurangan air pada periode inisiasi dapat mengakibatkan akar kontraktif dari subang baru.
Pembibitan
Dalam budidaya tanaman Gladiol, Gladiol dapat diperbanyak baik secara vegetatif maupun generatif. Perbanyakan generatif melalui biji hanya dimaksudkan untuk tujuan pemliaan, karena gladiol yang diusahakan saat ini merupakan tanaman heterozygote, sehingga keturunan yang dihasilkan akan sangat bervariasi. Perbanyakan vegetatif dilakukan dengan menggunakan subang, anak subang ataupun kultur jaringan. Subang yang bermata tunas lebih dari satu akan sangat menguntungkan jika dipakai sebagai bahan perbanyakan tanaman, yaitu dengan cara pembelahan subang. Pembelahan subang bibit yang berukuran berat lebih dari 20 gram tidak berpengaruh terhadap produksi bunga.
Pembelahan subang dapat dilakukan dengan dua cara : dibelah dua bagian dengan pembelahan tepat di tengah subang, dan menjadi tiga bagian yaitu bagian tengah, sisi kanan, dan sisi kiri untuk subang yang berdiameter lebih dari 4 cm. Dalam pembelahan subang yang perlu diperhatikan adalah : (a) pisau yang digunakan harus bersih dan tajam; (b) setiap belahan mengikutsertakan mata tunas; dan (c) bagian bekas belahan perlu diolesi dengan fungisida pekat agar tidak terjadi pembusukan. Penggunaan anak subang sebagai bahan perbanyakan membutuhkan waktu yang cukup lama hingga saat menghasilkan bunga yaitu antara 2 sampai 4 tahun, tetapi dengan teknik kultur in vitro dormansi anak subang (2,5 � 4 bulan) dapat dipatahkan. Penggunaan media MS + 0,25 � 0,5 mg/l BAP akan merangsang tunas segera tumbuh.
Penanaman
Subang yang dijadikan bibit siap berbunga haruslah berdiameter minimal 2,5 cm, tunas sudah muncul atau sudah terbentuk akar. Apabila kesehatan bibit diragukan sebaiknya subang direndam dulu selama 15-30 menit dengan fungisida dan insektisida dengan dosis sesuai anjuran. Gladiol ditanam dalam guludan. Jarak tanam 20 X 20 cm, setiap ha lahan dibutuhkan bibit � 2.000.000 subang. Untuk menghindari robohnya tanaman akibat hujan ataupun angin dianjurkan menggunakan kedalaman tanam 10 � 15 cm.
Perawatan
Kebutuhan pupuk sangat bervariasi tergantung pada tipe tanah, curah hujan, cara pengairan dan kesuburan tanah. Pada umumnya pemupukan terdiri dari pupuk N 100 kg/ha, P 150 kg/ha dan K 200 kg/ha. Pupuk nitrogen (N) diberikan tiga kali yaitu : (a) setelah daun ke dua atau ke tiga terbentuk; (b) pada saat primordia bunga muncul (� 60 hari setelah tanam); dan (c) setelah tanaman berbunga. Pengendalian gulma perlu dlakukan menurut kesuburan. Penggunaan herbisida sangat baik. Penggunaan herbisida setelah tanam harus hatihati, karena resiko tanaman rusak bisa terjadi, sehingga diperlukan herbisida selektif. Penyakit yang menjadi masalah dalam pengusahaan gladiol adalah layu Fusarium oxysporum yang bersifat tular tanah dan subang. Perendaman subang bibit dalam larutan Benomyl 2 g/l selama lima menit dapat menekan serangan penyakit tersebut. Penggunaan kultivar yang resisten dan bibit yang sehat adalah faktor penting untuk keberhasilan pengusahaan tanaman gladiol. Kutu putih (Pseudococcus sp.) merupakan hama penting pada subang gladiol di tempat penyimpanan. Perendaman subang bibit dalam larutan insektisida sesuai dosis anjuran dengan penambahan deterjen akan mengurangi resiko serangan hama tersebut. Hama dan penyakit lain yang menyerang gladiol antara lain : Thrips (Taeniothrips simplex), penggorok batang (Pyrausa nubilalis), Botrytis (Botrytis gladilorum), dan Busuk kering (Stomantina gladioli).
PASCA PANEN
Setelah proses budidaya tanaman gladiol, Bunga gladiol dipanen setelah tanaman berumur 50 � 80 hari tergantung kultivar dan faktor lingkungan. Panen bunga dilakukan setelah bunga menampakkan warnanya atau satu floret membuka. Sedangkan panen subang dilakukan setelah daun kekuningan atau berkisar 60 hari setelah panen bunga. Bunga gladiol harus disimpan dalam posisi tegak agar ujungnya tidak melengkung. Penyimpanan pada suhu rendah dapat dilakukan pada suhu 20C � 50C selama maksimum 8 hari. Daya tahan bunga gladiol akan lebih lama apabila dilakukan praperlakuan dengan merendam tangkai bunga dalam larutan perak nitrat 1000 ppm selama satu jam dan diikuti perendaman dalam larutan sukrosa 20% selama 24 jam pada suhu 200C. Guna membantu pemekaran bunga dan umur peragaan bunga digunakan larutan pengawet yang telah diperdagangkan atau larutan sukrosa 10% dan hydroxyquinoline sitrat 300 ppm dengan cara perendaman selama 24 � 72 jam pada suhu 200C, kemudian pindahkan atau rendam tangkai bunga dalam air. Bagi konsumen sebaiknya memotong pangkal batang danmenempatkannya dalam air bersih yang hangat. Pemetikan beberapa kuncup bunga di bagian ujung dapat membuat bunga mekar serentak.
BALAI PENELITIAN TANAMAN HIAS
Jl. Raya Ciherang Segunung � Pacet Cianjur 43253
PO. Box 8 Sindanglaya
Telp. 0263-512607/ Fax. 0263-514138
E-mai: segunung@indoway.net
Foto: http://www.shieldsgardens.com/amaryllids/Gladiolus.html
Teks:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar